Via Vallen kalahkan Iwan Fals

Karir penyanyi Via Vallen di industri musik tanah air terus bersinar. Di tahun 2018 ini ia tak hanya mendapat tempat di hati masyarakat secara luas, tetapi penyanyi kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1991 ini pun mampu bertengger di urutan nomor dua pendapatan royalti terbesar setelah Anji eks vokalis Drive.

Tak tanggung-tanggung, dalam soal pendapatan royalty, Via bahkan mampu mengalahkan sang legenda hidup, Iwan Fals yang hanya berada nomor sepuluh dalam mendapatkan royalti dari Lembaga Menagemen Kolektif (LMK) Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI).

Terima kasih buat Selmi karena telah memberi royalti kepada saya dari penarikan penggunaan musik yang digunakan secara komersil,” ujar Via Vallen, Selasa (27/3).

Meski tak menjelaskan secara detil berapa jumlah royalti yang didapatnya, Via menilai keberadaan LMK Selmi bisa mengontrol lagu-lagunya yang digunakan untuk kepentingan industri karaoke, hotel atau mal.

Dengan adanya royalti ini, Via pun merasa termotivasi untuk terus berkarya lebih baik lagi dan bisa diterima masyarakat.

Saya sebagai artis dan musisi semakin semangat untuk terus berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Yusak, Ketua LMK SELMI menjelaskan, LMK yang berhak memungut dan mendistribusikan royalti harus mendapatkan SK dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Saat ini, LMK yang telah mendapat SK dari Kementerian Hukum dan HAM RI berjumlah enam LMK yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu LMK Hak Cipta dan LMK Hak Terkait.

LMK Hak Cipta adalah LMK Karya Cipta Indonesia (KCI), LMK Wahana Musik Indonesia (WAMI), dan LMK Royalti Anugrah Indonesia (RAI) sedangkan LMK Hak Terkait adalah LMK PAPPRI, LMK Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) dan LMK Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI).

Untuk tahun ini, LMK SELMI mendapat royalti Rp 13.3 miliar yang merupakan hak para pencipta lagu dan terkait yakni produser dan performer.

Tahun ini ada kenaikan 20 persen dari tahun kemarin,” ujar Ketua LMK SELMI, Yusak.

Meski demikian, Yusak mengakui banyak kendala yang didapati pihaknya untuk menarik royalti. Tak hanya bersifat administrasi namun juga kendala hukum.

”Kendalanya banyak negosiasi, sampai kita banyak melakukan somasi,” katanya.

Salah satunya pihak televisi yang hingga saat ini ada beberapa yang tak mau membayar royalti.

”Sampai sekarang tetap masih ditawar, karena berbeda pandangana dan aturan undang-undang. Mudah-mudahan nantinya ada kata sepakat dan baru bisa dijalankan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *